Jumat, 13 Februari 2009

Gadis Amerika itu Bersyahadah di Dalam Bis Kota

oleh enuy

HidayahAllah tak mengenal tempat dan waktu. Sampai-sampai membuat gadis Amerika ini bersyahadat di atas Bus Kota. Masya Allah!

Hidayatullah.com–Halimah David kini namanya. Dia memeluk Islam tahun 2001 silam. Awalnya, semasa masih remaja, gadis Amerika ini hidup di tengah nuansa Katolik yang kental dibawah bimbingan sang ayah. Namun beranjak dewasa dia melihat ada kontradiksi dalam Kristen. Dia pun mulai mencari kebenaran dengan mendalami berbagai agama, termasuk Islam. Dalam satu perjalanan dengan bus dari Michigan ke Colorado, untuk melanjutkan kuliah di kedokteran, dia berjumpa dengan seorang pemuda muslim asal Afrika. Dari situlah dia kenal Islam. Dan, menariknya di atas bis antar kota itu juga dia bersyahadah. Masya Allah, hidayah-Nya tak kenal tempat dan waktu. Alhasil, dia justru tertarik belajar Islam ketimbang melanjutkan studi kedokteran. Berikut kisah Halimah, yang setelah menikah memilih tinggal di rumah, mendidik anak sembari menulis buku dan juga mengasuh website Islam. Baca lebih lanjut

Kamis, 12 Februari 2009

Valentine and Palestine

oleh enuy

gaulislam edisi 069/tahun ke-2 (20 Safar 1430 H/16 Februari 2009)

There were no valentinesfor the kids in palestine

no v-cards

no valentines day

there were no candy hearts

for the old decripit ones

no candy

no cinnamon buns

all you little boys and girls

we’ll give you all our candy pearls

pearls pearls pearls pearls pearls

we’ll give you candy pearls

where has all the candy gone?

candy candy candy

where has all the love gone?

Pernah dengar lagu dari lirik di atas? Nggak usah minder kalo belum, karena lagu ini memang bukan major label alias indie. Genrenya juga abstrak, bukan termasuk pop, rock, rap apalagi dangdut. Bahkan si penyanyi yaitu Tishomingo juga nggak jelas asal usulnya. Suaranya pun sangat cempreng dan nggak asik untuk didengar. Tapi at least, kita jadi tahu apa yang dia mau dari lirik lagu ciptaannya ini. Ia masih mau peduli dengan nasib jutaan manusia di Palestina, yang bagi zionis Israel dengan dukungan Amerika ingin dimusnahkan hingga akar-akarnya. Gimana nggak, bila bayi merah pun mereka bunuh dengan tangan dingin.

Terlepas dari sejarah asal-usul Valentine, hari ini diyakini oleh banyak orang sebagai hari kasih sayang. Hari yang penuh dengan permen, coklat, boneka, benda-benda berbentuk hati, dan warna pink. Budaya yang awal mulanya dari Italia dan kemudian dikomersilkan oleh Amerika ini semakin mendunia. Negeri-negeri muslim termasuk Indonesia pun jadi latah ikut-ikutan. Seakan-akan bila belum ikut merayakan hari Valentine, hidup serasa kurang pas, nggak gaul dan siap dicap kuno. Baca lebih lanjut

Senin, 9 Februari 2009

Teman Tapi Setan

oleh enuy

gaulislam edisi 068/tahun ke-2 (13 Safar 1430 H/9 Februari 2009)

Punya temen tuh asik, Bro. Gue juga ngerasain bedanya antara banyak temen dan sedikit temen. Apalagi gue ngerasa jadi kayak jaga kuburan kalo hidup sendiri. Sumpah (tapi nggak dirangkai dengan kata pocong!), gue hidup berasa lebih hidup kalo punya teman. Gue nggak manyun melulu kayak bemo lagi nunggu penumpang (yee. bemo mah dari lahir emang udah manyun bin monyong, Nek!). Elo pasti pernah ngerasain hidup sendiri tanpa teman. Misalnya aja, elo baru masuk ke sekolah baru, atau ikut ortu yang pindah rumah ke lingkungan baru, atau ke tempat kerja baru. Pastinya, meski tuh banyak orang tapi kan perlu adaptasi untuk bisa jadi teman. Iya nggak sih? Makanya, asik banget kalo punya teman, apalagi bisa dijadiin sahabat akrab. Udah kebayang kan gimana enaknya? Senang banget kan?

Bro, nah gue selama ini berpikir bahwa punya banyak teman bakalan asik-asik aja. Ternyata? Hehehe… gue kudu sedikit ngeralat nih. Soalnya, ternyata dari sekian banyak teman, suka ada aja yang bikin rese dan malah sering bikin malu dan membahayakan kita. Baik secara kehormatan maupun fisik. Iya, elo pernah nggak punya teman, tapi tuh orang sering nyatut nama kita untuk urusan tertentu dengan pihak ketiga? Baca lebih lanjut

Senin, 2 Februari 2009

Akibat Terlalu Sehat

oleh enuy

gaulislam edisi 067/tahun ke-2 (6 Safar 1430 H/2 Februari 2009)


Akhir-akhir ini gue ngerasa banget gimana nikmatnya sehat, entah kenapa selama ini ngga nyadar (pingsan kali ye) kalo sehat itu nikmat banget. Gue bisa jalan ke sono ke mari, main petak umpet, nyebur ke septic tank sampe main layangan sambil mandi. Betapa nikmatnya semua itu.

Kalo lagi sakit emang paling enak pas ada ibu ama bapak di deket kita. Dulu waktu gue masih kecil, ibu yang paling sering cerewet kalo gue sakit, dan ketika bapak lihat kondisi gue, biasanya doi kolaborasi bareng ama ibu gue, untuk mencerewetin gue mumpung lagi sakit, alhasil gue tambah sakit. Eh, maksud gue tambah berat penderitaan gue gitu; udah nggak enak badan, sekarang tambah nggak enak ati juga, tapi ajaibnya justru cerewetnya bapak ama ibu waktu gue sakit yang bikin gue pengen segera sembuh. Baca lebih lanjut

Minggu, 1 Februari 2009

Demi Palestina, Sultan Hidup Merana

oleh enuy

Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi

dakwatuna.com – “Anakku, ayah melihat orang-orang di sini sudah mulai memuji paras cantikmu. Maka mulai hari ini ayah ingin kamu sudah mengenakan hijab dengan sempurna, karena kamu sudah menjadi wanita dewasa sekarang.” Untaian kata penuh kasih sayang itu dituturkan dengan suara lembut oleh Sultan Abdul Hamid II kepada anaknya Aishah saat mereka tengah melintas di depan Masjid Hamidiye Yildiz yang terletak tidak jauh dari pintu masuk istananya.

Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan. Pengeboman itu terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta memimpin umat. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.

Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.

Di situ juga, Sultan sesekali menunggang kuda ditemani anaknya Aishah, sambil menitahkan arti penting menegakkan syariah bagi muslimah. Sejak saat itu anaknya mutahajibah (berhijab) sempurna, ini menandakan putrinya Aishah Osmanuglu telah memasuki usia aqil baligh. Baca lebih lanjut

Jumat, 30 Januari 2009

Keajaiban Allah, Wanita AS Lahirkan Kembar Delapan

oleh enuy

Seorang wanita di Amerika Serikat melahirkan bayi kembar delapan, yang lahir prematur, di Los Angeles, California

Hidayatullah.com—Seorang wanita asal Amerika melahirkan kembar delapan melalui bedah Caesar, Bayi kembar 8mereka berbobot antara 820g dan 1,47kg dan semuanya dikatakan sehat walafiat, meski di antaranya harus mendapat bantuan alat bantu pernafasan.

Mereka menjerit-jerit dan menendang-nendang penuh tenaga, kata seorang dokter yang ikut menangani kelahiran mereka.

Ibu, yang jatidirinya tidak dipublikasikan, meminta, informasi soal kelahiran anak-anaknya tersebut dibatasi.

Jurubicara rumah sakit menggambarkan, persalinan, yang terjadi dalam selang waktu lima menit, “benar-benar mencengangkan”.

Tim medis telah menjadwalkan bedah Caesar untuk tujuh bayi, tapi tim dokter terkejut ketika bayi kedelapan keluar.

Menurut BBC, bayi-bayi itu akan berada dalam inkubator selama paling tidak enam minggu dan menurut rumah sakit, ibu bayi merencanakan untuk memberi air susu ibu kepada semua bayinya.

Identitas ibu bayi itu belum diungkapkan, namun dia meminta agar informasi yang diberikan tentang kelahiran bayi dan sejarah medisnya, dibatasi.

Bayi kembar delapan di Los Angeles itu merupakan kembar delapan kedua yang lahir dengan selamat di Amerika Serikat.

Kembar delapan pertama, dilahirkan di Houston tahun 1998, dan salah seorang bayi meninggal seminggu kemudian, namun tujuh lainnya baru-baru ini merayakan ulang tahun mereka yang ke sepuluh. [bbc/www.hidayatullah.com]

Ilustrasi Photo: http://www.wbir.com

Kamis, 29 Januari 2009

Rabbi Israel: “Bunuhlah Anak-Anak dan Wanita Palestina”

oleh enuy

Para Rabbi khusus pasukan Israel di Jalur Gaza menfatwakan bolehnya ‘membantai’ anak-anak dan perempuan Palestina

Hidayatullah.com–Para Rabbi Yahudi yang menjadi “penasihat spiritual” paraberdoa tentara Israel dalam invasi Gaza ditengarai mengeluarkan fatwa yang membolehkan untuk membunuh kalangan anak-anak dan perempuan.

“Berbuat keji kepada orang-orang Goyim (istilah kafir untuk orang-orang non-Yahudi) diperbolehkan, bahkan diharuskan, termasuk kepada anak-anak dan perempuan,” demikian salah satu bunyi fatwa Brigadir Jenderal Avi Rontsiki.   Baca lebih lanjut

Rabu, 28 Januari 2009

Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah

oleh enuy

Tokoh ini dikenal sebagai imam, allamah, muhaqqiq, hafizh, ushuli, faqih, ahli nahwu, berotak cemerlang, dan banyak mengeluarkan karya. Nama lengkapnya Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’ad bin Huraiz az-Zar’i, namun lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

Ibnul Qayyim dilahirkan di tengah keluarga berilmu dan terhormat pada tanggal 7 Shaffar 691 H. Kampung kelahirannya adalah Zara’ dari perkampungan Hauran, sebelah tenggara Damsyq (Damaskus), Suriah.

Berkat pendidikan intensif yang diberikan orangtuanya, Ibnul Qayyim pun tumbuh menjadi seorang yang dalam dan luas pengetahuan serta wawasannya. Terlebih ketika itu, bidang keilmuan sedang mengalami masa jaya dan para ulama pun masih hidup. Baca lebih lanjut

Selasa, 27 Januari 2009

al-Quran

oleh enuy

PALESTINIANS-ISRAEL/SWAPAlquran adalah cahaya yang menerangi jalan hidup manusia. Dengan Alquran seorang muslim akan mampu membedakan jalan baik sehingga mengantarkan kepada kebenaran dengan jalan sesat yang menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan di dunia dan akhirat.

Alquran juga menjadi petunjuk bagi amal perbuatan manusia. Alquran memberi jalan bagi mereka yang mau memikirkan dan menghayati isinya untuk mendapatkan kebenaran dan kebaikan sehingga dapat disampaikan kepada orang banyak kebenaran itu. Baca lebih lanjut

Senin, 26 Januari 2009

Seandainya Gue di Palestina

oleh enuy

gaulislam edisi 066/tahun ke-2 (29 Muharram 1430 H/26 Januari 2009)

Bro en Sis, dunia Islam tengah berselimut duka. Elo masih ingat kan soal Gaza? Yup, kalo inget Gaza, gue juga jadi inget dengan beberapa bait puisi ini: …Yesterday, the soldiers smashed/Lena’s sink and tub and tiles/ They whipped a father in front of his sons/Ages 2 and 4/ They do this all the time/ The house filled with water/ They locked the door on the crying boys/ Taking the father/ Believe me Lena says/ They had no reason…

Naomi Shihab Nye dalam puisinya Passing the Refugee Camp ngegambarin pembantaian yang saban kali terjadi di tanah asalnya, Palestina. Asal tau aja nih, guys, Palestina emang udah jadi killing field-nya Israel sejak tahun 1948. Mengerikan memang. Herannya, bertahun-tahun konflik Palestina nggak pernah selesai-selesai. Kalo kalian pada bilang, “udah deh, ngapain capek-capek mikirin Palestina yang jauh di sono. Gue aja lagi banyak masalah neh… cos raport barusan banyak pelajaran yang nggak tuntas, ada angka merahnya lagi!” Jujur neh, gue malah mikir gimana caranya buat nyetop aksi genocide terhadap rakyat Palestina yang emang udah mengarah ke cleansing muslim. Ah, seandainya gue di Palestina…  Baca lebih lanjut