Archive for ‘cermin diri’

Rabu, 18 Maret 2009

Katlin Hommik Terkesan Puasa Ramadhan

oleh enuy

Saat belajar Kristen ia justru dikeluarkan karena dianggap terlalu banyak tanya. Ia baru menemukan kedamaian setelah mengenal Islam

Hidayatullah.com–Katlin Hommik nama gadis asal Estonia ini. Usia tiga tahunKatlin Hommik dia sudah banyak bertanya tentang Tuhan dan hidup setelah mati. Ketika Estonia masih dalam genggaman Sovyet, agama adalah hal tabu untuk dibicarakan. Begitupun, selepas Estonia merdeka Katlin mencoba belajar ajaran Kristen di sekolahnya. Tapi dia dikeluarkan karena dianggap terlalu banyak bertanya tentang keberadaan Tuhan. Akhirnya dia memutuskan keluar dari Kristen dan mencari agama lain. Begitulah, bertahun-tahun mempelajari berbagai ajaran diapun menemukan Islam. Menariknya, dia memeluk Islam selepas sebulan penuh ikut berpuasa. Dia mengaku puasa Ramadhan telah membimbingnya masuk Islam. Berikut cerita Katlin dalam bahasa bertutur.

read more »

Sabtu, 28 Februari 2009

Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah

oleh enuy

Perceraian orangtua membuat keluar dari Kristen. Kaci kemudian lebih memilih Islam dan bangga dengan jalan hidupnya yang baru

Hidayatullah.com– Semasa remaja dia aktif di kelompok musik gereja. Kala orangtuanya cerai, ajaran Kristen mulai hilang dalam kehidupannya. Ketika masuk bangku perguruan tinggi dia pindah ke Winston Salem, North Carolina, AS untuk kuliah di Wake Forest University. Di sanalah dia kenal seorang mahasiswa muslim yang tinggal seasrama dengannya. Islam kemudian menjadi jalan hidupnya. Uniknya, walau belum masuk Islam, dia bahkan telah aktif membantu organisasi Islam di kampus. Tak hanya itu, dia juga mencoba mengenakan kerudung. Dialah Kaci “Raihanah” Starbuck yang memeluk Islam pada 12 Juli 1997.

“Aku bangga jadi muslimah,” kata dia satu ketika. Apa dan bagaimana hingga dia bersyahadah dan akhirnya mengenakan jilbab secara sempurna? Berikut kisahnya.

read more »

Jumat, 13 Februari 2009

Gadis Amerika itu Bersyahadah di Dalam Bis Kota

oleh enuy

HidayahAllah tak mengenal tempat dan waktu. Sampai-sampai membuat gadis Amerika ini bersyahadat di atas Bus Kota. Masya Allah!

Hidayatullah.com–Halimah David kini namanya. Dia memeluk Islam tahun 2001 silam. Awalnya, semasa masih remaja, gadis Amerika ini hidup di tengah nuansa Katolik yang kental dibawah bimbingan sang ayah. Namun beranjak dewasa dia melihat ada kontradiksi dalam Kristen. Dia pun mulai mencari kebenaran dengan mendalami berbagai agama, termasuk Islam. Dalam satu perjalanan dengan bus dari Michigan ke Colorado, untuk melanjutkan kuliah di kedokteran, dia berjumpa dengan seorang pemuda muslim asal Afrika. Dari situlah dia kenal Islam. Dan, menariknya di atas bis antar kota itu juga dia bersyahadah. Masya Allah, hidayah-Nya tak kenal tempat dan waktu. Alhasil, dia justru tertarik belajar Islam ketimbang melanjutkan studi kedokteran. Berikut kisah Halimah, yang setelah menikah memilih tinggal di rumah, mendidik anak sembari menulis buku dan juga mengasuh website Islam.

read more »

Minggu, 1 Februari 2009

Demi Palestina, Sultan Hidup Merana

oleh enuy

Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi

dakwatuna.com – “Anakku, ayah melihat orang-orang di sini sudah mulai memuji paras cantikmu. Maka mulai hari ini ayah ingin kamu sudah mengenakan hijab dengan sempurna, karena kamu sudah menjadi wanita dewasa sekarang.” Untaian kata penuh kasih sayang itu dituturkan dengan suara lembut oleh Sultan Abdul Hamid II kepada anaknya Aishah saat mereka tengah melintas di depan Masjid Hamidiye Yildiz yang terletak tidak jauh dari pintu masuk istananya.

Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan. Pengeboman itu terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta memimpin umat. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.

Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.

Di situ juga, Sultan sesekali menunggang kuda ditemani anaknya Aishah, sambil menitahkan arti penting menegakkan syariah bagi muslimah. Sejak saat itu anaknya mutahajibah (berhijab) sempurna, ini menandakan putrinya Aishah Osmanuglu telah memasuki usia aqil baligh.

read more »

Rabu, 28 Januari 2009

Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah

oleh enuy

Tokoh ini dikenal sebagai imam, allamah, muhaqqiq, hafizh, ushuli, faqih, ahli nahwu, berotak cemerlang, dan banyak mengeluarkan karya. Nama lengkapnya Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’ad bin Huraiz az-Zar’i, namun lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

Ibnul Qayyim dilahirkan di tengah keluarga berilmu dan terhormat pada tanggal 7 Shaffar 691 H. Kampung kelahirannya adalah Zara’ dari perkampungan Hauran, sebelah tenggara Damsyq (Damaskus), Suriah.

Berkat pendidikan intensif yang diberikan orangtuanya, Ibnul Qayyim pun tumbuh menjadi seorang yang dalam dan luas pengetahuan serta wawasannya. Terlebih ketika itu, bidang keilmuan sedang mengalami masa jaya dan para ulama pun masih hidup.

read more »