Archive for Februari, 2009

Sabtu, 28 Februari 2009

Kaci Starbuck Bangga Jadi Muslimah

oleh enuy

Perceraian orangtua membuat keluar dari Kristen. Kaci kemudian lebih memilih Islam dan bangga dengan jalan hidupnya yang baru

Hidayatullah.com– Semasa remaja dia aktif di kelompok musik gereja. Kala orangtuanya cerai, ajaran Kristen mulai hilang dalam kehidupannya. Ketika masuk bangku perguruan tinggi dia pindah ke Winston Salem, North Carolina, AS untuk kuliah di Wake Forest University. Di sanalah dia kenal seorang mahasiswa muslim yang tinggal seasrama dengannya. Islam kemudian menjadi jalan hidupnya. Uniknya, walau belum masuk Islam, dia bahkan telah aktif membantu organisasi Islam di kampus. Tak hanya itu, dia juga mencoba mengenakan kerudung. Dialah Kaci “Raihanah” Starbuck yang memeluk Islam pada 12 Juli 1997.

“Aku bangga jadi muslimah,” kata dia satu ketika. Apa dan bagaimana hingga dia bersyahadah dan akhirnya mengenakan jilbab secara sempurna? Berikut kisahnya.

read more »

Kamis, 26 Februari 2009

Penelitian: Marah Lebih Memperpendek Usia

oleh enuy

Percaya tidak, semakin sering Anda marah, semakin memperpendek usia Anda. Begitu kata para periset di AS dalam penelitan terbaru

Hidayatullah.com-Para peneliti mengatakan, kemarahan dan emosi tinggi lainnya dapat memicu irama jantung mematikan. Riset Ilustrasisebelumnya memperlihatkan gempa bumi, perang atau kekalahan pada pertandingan sepakbola piala dunia dapat meningkatkan tingkat kematian akibat serangan jantung setelah irama organ tubuh vital ini berdetak terlampau cepat atau dengan ketinggian mematikan.

Kondisi tersebut berarti jantung berhenti mensirkulasi darah yang bisa membuat si pemilik jantung meninggal secara tiba-tiba.

“Kondisi tersebut diperlihatkan dalam cara berbeda saat Anda berada dalam kondisi tertekan yang memicu kematian mendadak,” kata dr Rachel Lampert dari Yale University di New Heaven, Connecticut (AS).

read more »

Rabu, 25 Februari 2009

Riset: Fast Food Dekat Sekolah Akibatkan Anak Kegemukan

oleh enuy

Restoran Fast-food yang berada di dekat sekolah menciptakan pelajar dengan kelebihan berat badan, demikian penelitian terbaru

Hidayatullah.com–Siswa yang sekolahnya dekat dengan gerai fast food, mengonsumsi sedikit sayur-mayur dan Junk food efectbuah-buahan, serta lebih banyak minuman bersoda, cenderung menderita kegemukan dibandingkan para siswa di sekolah lain, demikian menurut riset.

Studi, yang melibatkan lebih dari 500,000 remaja sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di California, meminjam “bahan bakar” baru untuk menyusun serangan balik menghadapi industri fast-food, seperti yang disimpulkan studi ini mengenai peranan industri fast-food dalam peningkatan epidemi obesitas di Amerika Serikat.

“Pada dasarnya kami menemukan bahwa  anak-anak yang bersekolah di dekat restoran fast-food memiliki kesempatan menderita kelebihan berat badan lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang bersekolah di tempat yang jauh dari restoran fast-food,” kata Brennan Davis dari Azusa Pacific University di California, yang studinya dipublikasikan di American Journal of Public Health.

read more »

Senin, 23 Februari 2009

Muslim di Amerika: Sebuah Perjalanan dalam Pencarian

oleh enuy

Diperkirakan ada 7 juta populasi kaum Muslim di Amerika Serikat (AS). Jumlah ini, diperkirakan akan terus bertambah

Hidayatullah.com–Hailey Woldt mengenakan abaya hitam, mengharapkan sesuatu yang terburuk. Terakhir kali ia mengenakan busana Muslimah AmericaMuslim dengan kerudung – yang menutup seluruh badannya kecuali wajah, tangan dan kaki – adalah ketika ia berada di bandara internasional Miami. Ketika itu banyak orang yang menatapnya dan petugas keamanan memeriksa dirinya dengan seksama.

Kemudian, ia berada di sebuah kota kecil bernama Arab, Alabama.

“Saya berharap orang akan berkata, ‘sedang apa teroris ini di sini? Kami tidak ingin orang sepertimu berada di sini,'” kata Woldt, gadis katolik bermata biru berusia 22 tahun, mengingat sikap antisipasinya sebelum masuk ke sebuah kedai barbacue lokal. “Saya pikir, saya bahkan tidak akan dilayani.”

Eksperimen Woldt dalam bidang antropologi sosial itu membuka matanya. Disamping mendapatkan “tatapan awal” yang biasa diterima orang asing ketika memasuki pintu sebuah restoran di kota kecil, ia juga mendapat pengalaman yang menyenangkan.

Ketika ia menuju ke kamar kecil, cerita Woldt, “Seorang wanita terkejut [melihat dirinya], tapi ia kemudian tersenyum pada saya. Senyuman kecil itu sangat membahagiakan hati.”

read more »

Jumat, 20 Februari 2009

Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya

oleh enuy

Aku namakan dirimu Muhammad Husain As-Sajjad, karena aku ingin engkau kelak akan banyak bersujud kepada-Nya

Oleh Mohammad Fauzil Adhim *

Aku namakan dirimu As-Sajjad, karena engkau lahir di saat orang-orang sedang bersujud ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Engkau lahir di saat bidan yang seharusnya menolong kamu, sedang memenuhi panggilan-Nya untuk melakukan shalat Subuh. Ketika manusia sedang mengagungkan asma Allah, engkau lahir di dunia ini. Nyaris tanpa pertolongan. Tetapi pertolongan siapakah yang lebih baik daripada pertolongan Allah? Sesungguhnya, sebaik-baik penolong adalah Allah. Maka kelak, ingat-ingatlah bahwa hanya kepada-Nya engkau menyembah dan meminta pertolongan.

Hayatilah setiap kali engkau membaca “IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”

Nak…

Ada lagi yang membuatku memberimu nama As-Sajjad. Engkau lahir di hari pertama bulan Ramadhan. Ketika itu ibumu baru saja selesai sahur, ketika ia merasakan tanda-tanda kelahiranmu, Nak. Engkau lahir di bulan yang paling penuh barakah; bulan yang di dalamnya terdapat satu malam dengan kemuliaan yang melebihi seribu bulan. Di bulan itulah, Nak Al-Qur’an diturunkan. Dan di bulan itu pula engkau dilahirkan.

read more »

Minggu, 15 Februari 2009

Mengamalkan Teori Ukhuwah (2)

oleh enuy

Oleh: Drs. DH Al Yusni

Menumbuhkan Perasaan Kolektif

dakwatuna.com- Seusainya perang Badar petugas logistik mengamati pejuang-pejuang Islam yang terluka. Sambil diobati juga diberikan makan atau minum yang dibutuhkannya. Saat sedang melayani orang-orang yang memerlukan bantuannya. Petugas ini mendengar ada suara orang yang meminta air karena rasa haus yang mencekik. Petugas tersebut mendatanginya. Namun ketika akan dituangkan pada mulut orang itu terdengar pula suara orang yang juga berhajat pada air. Lalu orang pertama yang membutuhkan air itu berujaar pada petugas logistik itu. “Berikan air itu padanya, dia lebih membutuhkannya ketimbang diriku!”. Maka petugas itu segera menemui orang kedua itu. Akan tetapi ketika akan diminumkan air, orang kedua ini mendengar ada arang lain yang juga membutuhkannya. Orang keduapun mengatakan, “Berikan air itu padanya dia lebih butuh daripada saya”. Petugas itupun segera mencari-cari sumber suara tadi. Rupanya orang ketiga yang membutuhkan air ketika ia jumpai sudah meninggal dunia. Secepat kilat peetugas itu mendatangi orang kedua tadi. Akan tetapi keduapun telah meninggal dunia. Iapun berlari menjumpai orang pertama. Begitupun orang pertama, ia dapati telah meninggal dunia.

Itulah kisah manusia yang diabadikan sepanjang sejarah. Mereka ditautkan oleh perasaan kolektif pada dirinya masing-masing. Perasaan bahwa saudaranya adalah dirinya. Merasa sakit apabila saudaranya sakit. Dan bahagia bila saudaranya bahagia. Saudaranya adalah cermin sejati bagi dirinya. Perasaan kolektif ini bagaikan saraf yang memadukan aneka ragam organ dalam tubuh. Dengan itu setiap organ mempunyai investasi pada satu gerakan organ lainnya.

read more »

Sabtu, 14 Februari 2009

Mengamalkan Teori Ukhuwah

oleh enuy

Oleh: Drs. DH Al Yusni

dakwatuna.com – Seorang teman saya pernah menceritakan keheranannya terhadap teman-teman pengajiannya. “Saya bingung pada mereka, guru mereka ada di rumah sakit sudah beberapa pekan, namun mereka belum mengunjungi juga”, keluh teman tadi. “Apa anda tidak mengingatkan mereka tentang keadaan guru kalian”, ungkap saya. “Tidak tahulah saya pada mereka. Sepertinya mereka sibuk sekali pada urusannya masing-masing”, jawabnya lirih. “Apakah sesibuk itu mereka hingga seredup itu perasaan kemanusiaannya”, selidik saya.

Lain waktu saya berkesempatan mengunjungi rumah seorang teman sambil membawa sedikit bingkisan. Rupanya dia sangat gembira sekali dengan kunjungan saya ini. “Saya bersyukur sekali hari ini. Pertama, mendapatkan kunjungan dari antum, setelah lama tidak ada teman yang mengunjungi saya. Rasanya saya seperti terlempar dari pergaulan teman-teman. Tapi dengan kunjungan ini saya merasa ditarik kembali. Kedua, antum membawa bingkisan. Barang kali bingkisan itu kecil nilainya tapi sangat berarti bagi saya. Karena sudah beberapa hari keluarga saya hanya memakan ubi-ubian”. Paparnya. Saya terharu sekali mendengarkan pemaparan yang memilukan itu. Timbul pertanyaan besar: Kemana teman-temannya?

read more »

Jumat, 13 Februari 2009

Gadis Amerika itu Bersyahadah di Dalam Bis Kota

oleh enuy

HidayahAllah tak mengenal tempat dan waktu. Sampai-sampai membuat gadis Amerika ini bersyahadat di atas Bus Kota. Masya Allah!

Hidayatullah.com–Halimah David kini namanya. Dia memeluk Islam tahun 2001 silam. Awalnya, semasa masih remaja, gadis Amerika ini hidup di tengah nuansa Katolik yang kental dibawah bimbingan sang ayah. Namun beranjak dewasa dia melihat ada kontradiksi dalam Kristen. Dia pun mulai mencari kebenaran dengan mendalami berbagai agama, termasuk Islam. Dalam satu perjalanan dengan bus dari Michigan ke Colorado, untuk melanjutkan kuliah di kedokteran, dia berjumpa dengan seorang pemuda muslim asal Afrika. Dari situlah dia kenal Islam. Dan, menariknya di atas bis antar kota itu juga dia bersyahadah. Masya Allah, hidayah-Nya tak kenal tempat dan waktu. Alhasil, dia justru tertarik belajar Islam ketimbang melanjutkan studi kedokteran. Berikut kisah Halimah, yang setelah menikah memilih tinggal di rumah, mendidik anak sembari menulis buku dan juga mengasuh website Islam.

read more »

Kamis, 12 Februari 2009

Valentine and Palestine

oleh enuy

gaulislam edisi 069/tahun ke-2 (20 Safar 1430 H/16 Februari 2009)

There were no valentinesfor the kids in palestine

no v-cards

no valentines day

there were no candy hearts

for the old decripit ones

no candy

no cinnamon buns

all you little boys and girls

we’ll give you all our candy pearls

pearls pearls pearls pearls pearls

we’ll give you candy pearls

where has all the candy gone?

candy candy candy

where has all the love gone?

Pernah dengar lagu dari lirik di atas? Nggak usah minder kalo belum, karena lagu ini memang bukan major label alias indie. Genrenya juga abstrak, bukan termasuk pop, rock, rap apalagi dangdut. Bahkan si penyanyi yaitu Tishomingo juga nggak jelas asal usulnya. Suaranya pun sangat cempreng dan nggak asik untuk didengar. Tapi at least, kita jadi tahu apa yang dia mau dari lirik lagu ciptaannya ini. Ia masih mau peduli dengan nasib jutaan manusia di Palestina, yang bagi zionis Israel dengan dukungan Amerika ingin dimusnahkan hingga akar-akarnya. Gimana nggak, bila bayi merah pun mereka bunuh dengan tangan dingin.

Terlepas dari sejarah asal-usul Valentine, hari ini diyakini oleh banyak orang sebagai hari kasih sayang. Hari yang penuh dengan permen, coklat, boneka, benda-benda berbentuk hati, dan warna pink. Budaya yang awal mulanya dari Italia dan kemudian dikomersilkan oleh Amerika ini semakin mendunia. Negeri-negeri muslim termasuk Indonesia pun jadi latah ikut-ikutan. Seakan-akan bila belum ikut merayakan hari Valentine, hidup serasa kurang pas, nggak gaul dan siap dicap kuno.

read more »

Senin, 9 Februari 2009

Teman Tapi Setan

oleh enuy

gaulislam edisi 068/tahun ke-2 (13 Safar 1430 H/9 Februari 2009)

Punya temen tuh asik, Bro. Gue juga ngerasain bedanya antara banyak temen dan sedikit temen. Apalagi gue ngerasa jadi kayak jaga kuburan kalo hidup sendiri. Sumpah (tapi nggak dirangkai dengan kata pocong!), gue hidup berasa lebih hidup kalo punya teman. Gue nggak manyun melulu kayak bemo lagi nunggu penumpang (yee. bemo mah dari lahir emang udah manyun bin monyong, Nek!). Elo pasti pernah ngerasain hidup sendiri tanpa teman. Misalnya aja, elo baru masuk ke sekolah baru, atau ikut ortu yang pindah rumah ke lingkungan baru, atau ke tempat kerja baru. Pastinya, meski tuh banyak orang tapi kan perlu adaptasi untuk bisa jadi teman. Iya nggak sih? Makanya, asik banget kalo punya teman, apalagi bisa dijadiin sahabat akrab. Udah kebayang kan gimana enaknya? Senang banget kan?

Bro, nah gue selama ini berpikir bahwa punya banyak teman bakalan asik-asik aja. Ternyata? Hehehe… gue kudu sedikit ngeralat nih. Soalnya, ternyata dari sekian banyak teman, suka ada aja yang bikin rese dan malah sering bikin malu dan membahayakan kita. Baik secara kehormatan maupun fisik. Iya, elo pernah nggak punya teman, tapi tuh orang sering nyatut nama kita untuk urusan tertentu dengan pihak ketiga?

read more »